Sabtu, 22 Oktober 2011

TUGAS SEKOLAH BEM II


TUGAS BEM
HASIL WAWANCARA PEMBANTU DEKAN II

Berdasarkan hasil wawancara dengan ibu PD II beliau menyoroti kemahasiswaan di FPIK cukup baik dan positif. Menurut beliau kegiatan-kegiatan kemahasiswaannya sudah baik dan terarah. Namun untuk secara rinci beliau mengatakan kalau beliau kurang tahu tentang kegiatan kemahasiswaan terutama kegiatan kemahasiswaan bukan bidang beliau.
Untuk KKM yang ada di FPIK beliau mengatakan harus ditekankan sesuai dengan bidang-bidangnya, baik itu di bidang olahraga maupun keilmuan. Misalnya KARAMBA lebih fokus dalam mengembangkan kemampuan dibidang budidaya maupun KKM lainnya yang berbasis keilmuan supaya merangsang mahasiswanya dari segi pengetahuan dan keilmuan. Untuk KKM olahraga lain fokus untuk melatih fisik dan kesehatan mahasiswa.
Beliau juga mengharapkan semua lembaga kemahasiswaan di FPIK termasuk KKM-KKM di FPIK menjadi organisasi yang bertanggung jawab baik itu untuk individu yang aktif di dalamnya  maupunj untuk nama organisasi yang diikutinya. Sebenarnya beliau sendiri tidak tahu betul bagaimana intern BEM itu sendiri. Beliau menolak mengkritisi atau memberikan saran apapun tanpa beliau tahu keadaan yang sebenarnya tentang suatu hal. Beliau juga berpesan agar kita bersikap professional jika menjadi orang yang aktif berorganisasi, artinya kuliah dan organisasi harus tetap bisa berjalan. Jangan sampai karena berorganisasi kita menelantarkan perkuliahan karena itu juga merupakan salah satu tugas kita yang paling utama sebagai mahasiswa.

Senin, 10 Oktober 2011

Central Dogma

Central Dogma atau Dogma pusat  pertama kali diungkapkan oleh Francis Crick pada tahun 1958.
The central dogma of molecular biology deals with the detailed residue-by-residue transfer of sequential information. It states that information cannot be transferred back from protein to either protein or nucleic acid.
Ini berarti, sekali informasi masuk ke protein, maka informasi itu tidak dapat mengalir kembali ke asam nukleat.
Sejak pertama kali Central Dogma diperkenalkan oleh Francis Crick, telah dipelajari bahwa ada virus-virus yang menghasilkan enzim yang dapat mentranskripsi RNA menadi DNA dan virus-virus tersebut dapat mereplikasikan genom-genom RNA-nya.
Sejak proses transkripsi DNA menjadi mRNA yang kemudian di translasi menjadi polipeptida itulah yang disebut Central Dogma atau Dogma Sentral.
Dogma adalah suatu kerangka kerja untuk memahami transfer urutan informasi antara informasi berurutan membawa biopolimer yang paling umum yang terdapat di dalam tubuh makhluk hidup. Ada tiga biopolimer utama, yaitu : DNA, RNA, dan protein.
Jadi Central Dogma adalah rangkaian proses dimana informasi yang terdapat dalam DNA yang nantinya akan ditranskripsi sehingga menghasilkan molekul RNA, lalu informasi yang terkandung dalam molekul RNA tersebut akan ditranslasi untuk menghasilkan protein.
Dogma setral merupakan prinsip dasar pada genetika molekuler yang menyebutkan bahwa DNA dapat bereplikasi, DNA dapat ditranskripsi menjadi RNA untuk selanjutnya ditranslasi menjadi protein.

Transkripsi adalah proses sintesis molekul RNA pada DNA templat yang terjadi pada nucleus yang dikatalis oleh enzim RNA polymerase. Proses ini melibatkan DNA templat, enzim RNA polymerase, faktor-faktor transkrip dan prekursor. Tahap awal dari proses ini adalah proses sintesis protein kemudian munculnya ekspresi sifat-sifat genetik. Hasilnya adalah molekul-molekul RNA : mRNA, tRNA, dan rRNA.
Transkripsi terbagi kedalam tiga tahapan, yaitu:

-          Tahap Inisiasi
Dimulai saat holoenzim RNA menempel pada promoter. Promoter merupakan salah satu bagian utama gen. Tahap ini dimulai dibagian hulu dari DNA
-          Tahap Elongasi
Pada tahap ini terjadi pemanjangan nukleotida. Enzim bergerak sepanjang molekul DNA sehingga menguraikan heliks.
-          Tahap Terminasi
Tahap dari transkripsi ini terjadi ketika menemui nukleotida tertent pada stop kodon.

Translasi adalah suatu proses penerjemahan urutan nukleotida yang ada pada mRNA menjadi rangkaian asam amino yang menyusun polipeptida. Komponen-komponen yang diperlukan dalam proses ini adalah mRNA, ribosom, tRNA dan asam amino. Translasi juga terdiri dari tiga tahapan, sama seperti pada transkrpsi, yaitu:
-          Tahap Inisiasi,
-          Tahap Elongasi, dan
-          Tahap Terminasi.
Central Dogma ini terjadi pada sel prokariotik maupun pada sel eukariotik. Tapi, pada sel eukariotik ada proses tambahan diantara  transkripsi dan translasi. Tahap tambahan ini disebut tahap pre-mRNA. Tahap pre-mRNA ini menyeleksi mRNA yang akan dikirim keluar nukleus atau pada transkripsi ribosom.










Sekils Tentang Nitrobacter

NITROBACTER

Unsur nitrogen di alam terdapat dalam bentuk gas, sedangkan di tanah jumlahnya sangat sedikit,namun sangat dibutuhkan oleh tumbuhan dalam jumlah banyak. Nitrogen bersenyawa membentuk urea, protein, asam nukleat atau sebagai senyawa anorganik seperti amoniak, nitrit dan nitrat.

Meskipun kebutuhan N2 sangat penting, namun hanya sedikit organisme yang dapat mengikat N2 dari udara, yaitu jenis bakteri dan gangang bersel satu yang bersimbiosis dengan tmbuhan tingkat tinggi melalui Fiksasi Nitrogen. Sedangkan tumbuhan lainnya memperoleh senyawa nitrogen melalui suplai N2 atau daur nitrogen. N2 diserap oleh tumbuhan dalam bentuk nitrat melalui proses Nitrifikasi yang dibantu oleh bakteri Nitrosomonas, Nitrococus dan Nitrobacter.
                           

    Nitrosomonas
2NH3 + 3O2                                        2HNO2 + 2H2O + C
Amonia               Nitrococus                           Nitrit
                            Nitrobacter                                                           Nitrifikasi
2HNO3 + O2                                       2HNO3 + C
Nitrit                                                         Nitrat

Bakteri yang mengoksidasi ammonia menjadi nitrit kemudian menjadi nitrat disebut bakteri nitrifikasi. Sedangkan bakteri denitrifikasi adalah bakteri mampu mengubah nitrit menjadi gas nitrogen yang nantinya gas tersebut akan kembali lagi ke atmosfer dan siap untuk memulai daur lagi.

Nitrobacter merupakan bakteri nitrifikasi karena merupakan bakteri yang mengubah nitrit menjadi nitrat. Nitrobacter termasuk famili Nitrobacteraceae. Spesies nitrobacter meliputi Nitrobacter winogradskyi, Nitrobacter hamburgensis, Nitrobacter vulgaris, Nitrobacter alkalicus. Selain itu, nitrobacter juga merupakan sub-kelas dari Proteobacteria.Tidak seperti pada tumbuhan, ketika transfer elektron pada fotosintesis menyedisakan energi untuk fiksasi karbon, Nitrobakter menggunakan energi dari oksidasi ion nitrit  ( NO2¯ ) menjadi ion nitrat ( NO3¯ )  untuk memenuhi kebutuhan karbonnya.

Nitrobacter memiliki pH optimum antara 7,3 dan 7,5 serta akan mati pada suhu 120°F (49°C) atau di bawah 32°F (0°C).
Menurut Grundman, Nitrobacter tumbuh optimal pada suhu 38°C dan pH 7,9. Akantetapi, Holt menyatakan bahwa Nitrobacter tumbuh optimal pada suhu 28°C dan ph antara 5,8-8,5 dan memiliki pH optimal antara 7,6-7,8 (Grundman et. al. 2000, Holt, 1993).
Nitrobakter termasuk bakteri aerob, pada umumnya berbentuk batang, seperti pir atau pleomorfhic dan berkembang biak dengan budding.


NAPAK TILAS BADAN EKSEKUTIF MAHASISWA 
FAKULTAS PERIKANAN DAN ILMU KELAUTAN

BEM atau badan eksekutif mahasiswa adalah organisasi kemahasiswaan yang menjalankan fungsi eksekutif. Terbentuk sebagai wadah mahasiswa untuk mengembangkan kegiatan keorganisasiannya dan mendapatkan pengalaman serta wawasan lain yang tidak dapat diperoleh dari perkuliahan. Seiring dengan terbentuknya Fakultas perikanan dan Ilmu Kelautan maka fakultas yang baru ini juga memiliki badan eksekutif sendiri yakni Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan.
Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan UNPAD dapat dikatakan sebagai fakultas yang berusia muda, begitu pun BEM’nya, yaitu baru berusia 5 tahun. Namun dalam jangka waktu 5 tahun telah banyak prestasi dan kegemilangan yang dapat ditorehkan BEM dari tahun ke tahun dengan pemimpin yang berbeda-beda.
Tahun 2005 merupakan tonggak pertama berdirinya BEM FPIK. Wimanto mahasiswa angkatan 2003 yang menjadi ketua BEM FPIK yang pertama sejak FPIK berdiri sendiri sebagai fakultas. Dari beliaulah pencitraan pertama BEM FPIK terutama sebagai fakultas yang  masih “anak bawang”. Bukanah hal mudah mengawali sesuatu dan berusaha berdiri sendiri di atas nama FPIK.
Ketua BEM kita yang kedua adalah Hilmi, meneruskan perjuangan dari Wimanto adalah bukan hal yang mudah. Lebih sulit mempertahankan sesuatu hal yang telah kita gapai dibanding untuk menggapai hal tersebut. Masih di fase awal fakultas kita yang masi dini beliau tetap mempertahankan eksistensi BEM FPIK UNPAD dalam kepemimpinannya.
Rama Muhamad Reza merupakan ketua BEM FPIK yang ke-3. Merupakan penggagas dalam  hal pemilihan dekan fakultas secara langsung oleh mahasiswa. Menyalurkan suara mahasiswa agar didengar oleh para petinggi fakultas.
Pada tahun 2010 BEM FPIK yang diketuai oleh Asep Sahidin, mahasiswa FPIK angkatan 2007 kembali mencatat sejarah. Bekerjasama dengan dinas terkait, alumni, LSM pelestari lingkungan, mahasiswa baik mahasiswa FPIK maupun dari fakultas yang lainnya dan masyarakat memecahkan rekor muri dengan mengadakan kegiatan Penanaman 20.000 bibit mangrove di pantai karangsong-Indramayu. Kegiatan tersebut merupakan sebagai salah satu rangkaian kegiatan Marine Fisheries (Manfish)-Save Our Earth. Selain itu ada kegiatan yang bina desa yang memberikan penyuluhan mengenai budidaya ikan lele di desa sindangsari, sumedang.
Begitupun BEM pada masa kepemimpinan Lukmawan Turadarmarikma, FPIK dirasa lebih dekat dengan senyum canda dan tawa. Pembaharuan terutama dari segi struktural internal BEM. Departemen penalaran, departemen keuangan dan setkab merupakan bentuk pembaharuan dalam kepengurusan BEM untuk memaksimalkan kinerja BEM 2010-2011. Telah ditorehkan pula kegiatan School of Leadership sehingga dihasilkanlah calon-calon pemimpin dengan kelebihannya masig-masing, serta ada kegiatan sekolah BEM yang pertama kali baru diadakan di FPIK. 
Setiap periode kepemimpinan BEM pasti menorehkan sejarah yang berbeda-beda. Setiap periode meningggalkan BEM dengan kesan dan ceritanya masing-masing. Itulah yang akan dikenang oleh para anggota-anggotanya dan FPIK serta akan tertulis dalam sejarah FPIK.

KEADAAN FPIK
FPIK bisa dikatakan sebagai fakultas yang masih sangat baru dan masih berusaha dengan keras untuk mengembangkan diri dan mengepakkan sayapnya. Sarana dan prasarana yang ada masih belum lengkap, mulai dari gedung kuliah, ruang praktikum, peralatan praktikum dan kolam untuk prodi kelautan maupun kolam untuk budidaya. Padahal seperti kita ketahui bahwa mata kuliah di fakultas kita tidak cukup hanya sekedar membaca teori namun juga perlu praktik langsung ke lapangan.
Mungkin FPIK masi banyak memerlukan banyak hal untuk menjadi fakultas yang terbaik, namun secara singkatnya, sekarang yang diperlukan oleh FPIK adalah :
1.     Membutuhkan gedung perkuliahan baru
2.      Membutuhkan laboratorium dan peralatan yang lengkap
3.     Membutuhkan masjid
4.      Membutuhkan kolam renang
5.     Membutuhkan tenaga pengajar
6.     Membutuhkan sekretariat KKM
7.     Membutuhkan kolam ikan
Namun dari semua kekurangan yang ada, FPIK sudah cukup baik apabila dilihat dari banyaknya KKM yang berjalan di FPIK, mulai dari KKM yang sesuai dengan fakultas kita yaitu Karamba, Fortifikasi, Fishton,  Oseanik, Permadani, Parimanta, Maqua, Fishiograf, Fiber dan lain-lain. Itu semua merupakan wadah bagi kita mahasiswa FPIK untuk mengembangkan bakat dan soft skillnya masing-masing disamping materi perkuliahan.
Hal-hal lain yang harus diperbaiki jika kita ingin menjadikan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan kita yang tercinta ini menjadi fakultas yang terbaik. Baik dari segi fasilitas, sarana dan pra-sarana serta dari sumber daya manusianya. Untuk menjadi hebat diluar kita harus membangun pondasi yang kuat dari dalam. Dalam hal ini, hubungan dan kerjasama antara keluarga FPIK juga harus dibinadengan baik. Karena yang kami rasakan sekarang, antara satu sama lain keluarga mahasiswanya sendiri saja belum kompak dan kebersamaan belum terbina baik. Bukankah selama pola pembinaan itu yang selalu ditekankan? Apakah kebersamaan itu hanya ada pada saat mengikuti PAB dan MABIM saja? Nampaknya kesadaran dari pribadi masing-masingnya masih kurang. Jika mereka semua memiliki niat dan tujuan yang sama untuk membangun dan memajukan FPIK maka dengan sendirinya akan tumbuh kesadaran dalam diri mereka. Jadi diperlukan kerjasama dan saling mendukung antara satu sama lain, antara mahasiswa, dosen, staf, alumni dan civitas akademika lainnya demi membawa FPIK menjadi lebih baik lagi.



Senin, 02 Mei 2011

ZONA INTERTIDAL

          Zona intertidal merupakan zona yang dipeng aruhi oleh pasang surut air laut dengan luas area yang sempit antara daerah pasang tertinggi dan surut terendah. Pada zona ini terdapat variasi faktor lingkungan yang cukup besar, seperti fluktuasi suhu, salinitas, kecerahan dan lain – lain. Variasi ini dapat terjadi pada daerah yang hanya berjarak sangat dekat saja misalnya beberapa cm. Zona ini dihuni oleh organisme yamh keseluruhannya merupakan organisme bahari.
            Kondisi lingkungan di zona ini cukup bervariasi dan biasanya dipengaruhi oleh faktor harian maupun musiman. Faktor – faktor tersebut antara lain :
1.     Pasang surut
  • l  Merupakan Naik turunnya permukaan laut secara periodik
  • l  Faktor lingkungan yang paling penting pengaruhnya terhadap lingkungan intertidal
2.     Suhu
  • l  Daerah intertidal biasanya dipengaruhi oleh suhu udara selama periode yang berbeda, dan mempunyai kisaran yang luas à harian atau musiman
  • l  Kisaran suhu yang ekstrim à organisme semakin lemah
3.       Gerakan ombak
  • l  Gerakan ombak mempunyai pengaruh terbesar terhadap organisme dan komunitas dibandingkan dengan daerah lainnya
  • l  Pengaruh secara langsung dan tidak langsung
  • l  Pengaruh mekanik à menghancurkan dan menghayutkan benda
  • l  Membongkar substrat
  • l  Memperluas zona intertidal
  • l  Mencampur atau mengaduk gas ke dalam air à meningkatkan kandungan oksigen
4.     Salinitas
  • l  Perubahan salinitas mempengaruhi organisme di zona intertidal melalui :
  • l  Zona intertidal terbuka pada saat pasang turun dan kemudian digenangi air atau aliran air akibat hujan salinitas akan turun
  • l  Ada hubungan dengan genangan pasang surut, yaitu daerah yang menampung air laut ketika pasang surut
  • l  Kenaikan salinitas yang tinggi jika terjadi penguapan sangat tinggi pada siang hari.
Secara umum daerah intertidal sangat dipengaruhi oleh pola pasang dan surutnya air laut, sehingga dapat dibagi menjadi tiga zona. Zona pertama merupakan daerah diatas pasang tertinggi dari garis laut yang hanya mendapatkan siraman air laut dari hempasan riak gelombang dan ombak yang menerpa daerah tersebut backshore (supratidal), zona kedua merupakan batas antara surut terendah dan pasang tertinggi dari garis permukaan laut (intertidal) dan zona ketiga adalah batas bawah dari surut terendah garis permukaan laut (subtidal). Secara umum kita dapat membagi tipe-tipe pantai berdasarkan material/substrat penyusun dasar perairan, antara lain:
1. Tipe pantai berbatu
2. Tipe pantai berpasir
3. Tipe pantai berlumpur
Daerah intertidal merupakan daerah pantai yang terletak antara pasang tertinggi dan surut terendah. Dengan ini merupakan perluasan dari lingkungan bahari. Berdarkan kondisi lingkungan, daerah intertidal merupakan zona intertidal berbatu dan zona intertidal berpasir (Nybaken, 1992 ). Lebih lanjut di katakan bahwa bermacam-macam inveterbrata yang hidup secara benthos daerah intertidal mempunyai kisaran ukuran yang sangat luas yaitu berukuran mikro seperti protozoa sampai pada ukuran makro seperti crusiaecia an mollusca.
Zona intertidal merupakan daerah terkecil yang merupakan pinggiran yang sempit sekali dan terletak di antara pinggiran air tinggi dan air rendah . Susunan faktor-faktor lingkungan dan kisaran yang dijumpai di zona intertidal sebagian disebabkan zona ini berada di udara terbuka selama waktu tertentu dalam setahun, dan kebanyakan faktor fisiknya, menunjukkan kisaran yang lebih besar di udara daripada di air.
Keragaman faktor lingkungannya dapat dilihat dari perbedaan (gradient) dari faktor lingkungan secara fisik mempengaruhi terbentuknya tipe atau karakteristik komunitas biota serta habitatnya. Sejumlah besar gradien ekologi dapat terlihat pada wilayah intertidal yang dapat berupa daerah pantai berpasir, berbatu maupun estuari dengan substrat berlumpur. Perbedaan pada seluruh tipe pantai ini dapat dipahami melalui parameter fisika dan biologi lingkungan yang dipusatkan pada perubahan utamanya serta hubungan antara komponen biotik (parameter fisika-kimia lingkungan) dan komponen abiotik (seluruh komponen makhluk atau organisme) yang berasosiasi di dalamnya.
Menurut Nybakken (1988) menyatakan bahwa zona intertidal (pasang-surut) merupakan daerah terkecil dari semua daerah yang terdapat di samudera dunia. Merupakan pinggiran yang sempit sekali hanya beberapa meter luasnya. Terletak di antara air tinggi dan air rendah. Zona ini merupakan bagian laut yang mungkin paling banyak dikenal dan dipelajari karena sangat mudah dicapai manusia. Hanya di daerah inilah penelitian terhadap organisme perairan dapat dilaksanakan secara langsung selama periode air surut, tanpa memerlukan peralatan khusus. Zona intertidal telah diamati dan dimanfaatkan oleh manusia sejak prasejarah.     
Menurut Prajitno (2007), zona intertidal adalah area sempit dalam sistem bahari antara pasang tertinggi dan surut terendah. Garis pantai yang memanjang dengan batas laut yang apik memberikan gambaran tersendiri. Genangan air laut terhadap daratan pesisir yang terus berubah dengan dinamika yang cukup tinggi, memungkinkan pemilihan zona bagi kawasan ini yang banyak dipengaruhi oleh pola pergerakan pasang surut.

Minggu, 05 Desember 2010

Sel Darah merah (Eritrosit)

Sel  Darah Merah Ikan

Volume eritrosit dalam darah sekitar 99%. Eritrosit tidak mempunyai nukleus sel ataupun organela, dan tidak dianggap sebagai sel dari segi biologi. Eritrosit mengandung hemoglobin dan mengedarkan oksigen. Sel darah merah juga berperan dalam penentuan golongan darah.
Eritrosit secara umum terdiri dari hemoglobin yang merupakan metalloprotein kompleks yang mengandung gugus heme, dimana dalam golongan heme tersebut terdapat atom Fe yang dapat mengikat molekul oksigen (O2) di paru-paru dan insang  dan molekul oksigen ini akan di lepaskan ke seluruh tubuh. Oksigen dapat secara mudah berdifusi lewat membran sel darah merah. Hemoglobin juga membawa beberapa produk buangan seperti CO2 dari jaringan-jaringan di seluruh tubuh. Hampir keseluruhan molekul CO2 tersebut dibawa dalam bentuk bikarbonat dalam plasma darahMyoglobin merupakan  sebuah senyawa yang terkait dengan hemoglobin, berperan sebagai pembawa oksigen di jaringan otot.
Sel darah merah dibentuk dalam sum-sum tulang terutama dari tulang pendek, pipih dan tak beraturan dari jaringan konselus pada ujung pipa dan sumsum dalam batang iga-iga dan dari sternum. Perkembangan sel darah merah dalam sumsum tulang melalui berbagai tahap yakni :
1.     Mula-mula besar dan berisi nucleus tetapi tidak ada hemoglobin.
2.     Mulai diiisi oleh hemoglobin.
3.     Kehilangan nukleusnya dan baru diedarkan ke dalam sirkulasi darah.
Rata-rata panjang hidup darah merah kira-kira 115 hari. Sel menjadi usang dan dihancurkan dalam sistema retikulo-endotelial, terutama dalam limpa dan hati bila terjadi pendarahan maka sel darah merah dan hemoglobinnya sebagai pembawa oksigen akan hilang.
Proses dimana eritrosit diproduksi dinamakan eritropoiesis. Secara terus-menerus, eritrosit diproduksi di sumsum tulang merah, dengan laju produksi sekitar 2 juta eritrosit per detik (Pada embrio, hati berperan sebagai pusat produksi eritrosit utama). Produksi dapat distimulasi oleh hormon eritropoietin (EPO) yang disintesa oleh ginjal. Hormon ini sering digunakan dalam aktivitas olahraga sebagaidoping. Saat sebelum dan sesudah meninggalkan sumsum tulang belakang, sel yang berkembang ini dinamai retikulosit dan jumlahnya sekitar 1% dari seluruh darah yang beredar. Eritrosit dikembangkan dari sel punca melalui retikulosit untuk mendewasakan eritrosit dalam waktu sekitar 7 hari dan eritrosit dewasa akan hidup selama 100-120 hari.
Sel darah merah berwarna kuning tua pucat jika dilihat satu per satu, namun berwarna merah jika dilihat dalam jumlah besar dan inilah yang memberi warna merah pada darah strukturnya terdiri atas pembungkus luar atau stroma, berisi massa hemoglobin. Hemoglobin adalah protein yang kaya akan zat besi. Jumlah hemoglobin dalam sel darah merah adalah kira-kira 15 gram setisp 100 ml darah. Analisa kimia membuktikan bahwa dinding eritrosit terdiri terutama dari 2 macam substansi yaitu protein dan lipida.Kombinasi protein dan lipida ini disebut lipo-protein. (Maskoeri, 1989)
Eritrosit berupa cakram kecil bikonkaf, cekung pada kedua sisinya, seperti dua buah bulan sabit yang saling bertolak belakang jika dilihat dari samping. Morfologi sel darah merah yang normal adalah bikonkaf. Cekungan pada eritrosit digunakan untuk memberikan ruang pada hemoglobin yangakan mengikat oksigen. Pada umumnya sel darah merah yang tidak berinti mempunyai ukuran lebih kecil dibandingkan dengan sel darah merah yang berinti. Sel darah merah yang ukurannya paling besar terdapat pada hewan amfibia (Eckert, 1978). Bentuk dan ukuran sel darah merah tergantung dari jenis hewan. Pada mamalia sel darah merahnya tidak mempunyai inti, bentuknya bulat (kecuali padacamellidae bentuknya lonjong) dan bikonkaf. Sel darah merah pada kebanyakan vertebrata yang lain mempunyai bentuk lonjong, berinti dan bikonfeks.
Ikan sebagaimana vertebrata lain, memiliki sel darah merah (eritrosit) berinti dan berwarna merah kekuningan dengan bentuk dan ukuran bervariasi antara satu spesies dengan lainnya. Gambar disamping adalah gambar dari eritrosit ikan. Terkadang dijumpai bahwa bentuk eritrosit pada ikan menyerupai bentuk eritrosit pada manusia. Eritrosit dewasa berbentuk lonjong, kecil dan berdiameter 7-36 mikron tergantung pada spesies ikannya. Jumlah eritrosit pada masing-masing spesies juga berbeda, tergantung aktivitas ikan tersebut. Pada ikan yang memiliki aktivitas tinggi seperti ikan predator blue marlin (Makaria nigricans) memiliki hematokrit43% dan mackerel 52,5%, sedangkan pada ikan nototheniid (Pagothenia bermachii) hanya 21%. Tiap-tiap mm darah berkisar antara 20000-3000000. Pengangkutan oksigen dalam darah bergantung kepada jumlah hemoglobin yang terdapat dalam eritrosit. (Tobin, 1994).
Tidak hanya ikan lele secara umum semua vertebrata selain mamalia seperti ikan, amfibi, reptil, burung memiliki eritrosit berinti sel. Pada mamalia, eritrosit dewasa tidak memiliki nukleus di dalamnya (disebut anukleat), kecuali pada hewan vertebrata non mamalia tertentu seperti salamander dari genus Batrachoseps. Dengan tidak memiliki inti, eritrosit akan mempunyai lebih banyak ruang untuk mengandung hemoglobin sehingga fungsi transpor O2 bisa lebih dioptimalkan. Vertebrata yang diketahui tidak memiliki eritrosit adalah ikan dari famili Channichthyidae yang hidup di lingkungan air dingin, yang mengandung kadar oksigen yang tinggi dan oksigen secara bebas terlarut dalam darah mereka. Walaupun mereka tidak memakai hemoglobin lagi, sisa-sisa hemoglobin dapat ditemui di genom mereka Hal ini disebabkan karena dari segi evolusi, vertebrata non-mamalia berkembang dari moyang yang secara tahapan evolusinya lebih rendah dibanding moyang mamalia.

Darah

Darah di dalam tubuh membentuk suatu jaringan, yaitu jaringan darah. Jaringan darah tubuh merupakan jaringan pengikat yang sangat istimewa karena kondisi fisik dan sifatnya yang berbeda dengan jaringan pengikat lainnya yaitu berupa cairan. Dalam jaringan darah biasanya 55 persennya adalah cairan, sedangkan sisanya adalah sel darah. Komponen utama jaringan darah terdiri dari:
a.     Plasma darah
Merupakan bagian darah yang berisi cairan (air: 91,0%), protein: 8,0% (Albumin, globulin, protrombin dan fibrinogen), mineral: 0.9% (natrium kloridanatrium bikarbonatgaram dari kalsiumfosfor, magnesium dan zat besi, dll), bahan pembeku darah, immunoglobin (antibodi), hormon, dan sisa-sisa hasil metabolisme. Volume plasma darah dari darah secara keseluruhan sekitar satu perdua belas dari berat badan.
b.     Sel-sel darah
·       Eritrosit/sel darah merah
·       Leukosit/sel darah putih
-        Granulosit (bergranula) : neutrofil, eosinofil & basofil
-        Agranulosit (tidak bergranula) : limfosit & monosit
·       Trombosit/keping darah


Eritrosit, trombosit dan leukosit
Fungsi darah antara lain:
·       Mengangkut sari-sari makanan, O2 dan hormon-hormon ke sel-sel di seluruh tubuh sehingga dapat menyegarkan kembali cairan jaringan.
·       Mengangkut zat buang dari berbagai organ ekskretirik  ke luar tubuh
·       Mengatur suhu badan
·       Plasma membagi protein yang diperlukan untuk pembentukan jaringan.
·       Sel darah merah mengantarkan oksigen ke jaringan dan menyingkirkan sebagian dari karbon dioksida.
·       Sel darah putih menyediakan banyak bahan pelindung dan karena berakan fagisitosis dari bebrapa sel maka melndungi tubuh terhadap serangan bakteri.
Dilihat dari fungsinnya diatas, darah memiliki peranan sangat penting dalam tubuh. Semua jaringan memerlukan persediaan darah yang memadai, yang tergantung pada tekanan darah arteri normal yang dipertahankan. Bila otak tidak menerima darah selama lebih dari 3 sampai 4 menit, maka akan terjadi perubahan-perubahan yang tidak dapat pulih kembali dan beberapa sel otak akan mati.